Puasa sunnah bermanfaat sekali untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Ada baiknya jika kita melakukan puasa sunnah yang dianjurkan. Selain menyehatkan, ibadahnya juga akan menambah pahala dan insya Allah memberikan berkah dalah hidup.
Berikut macam-macam puasa sunnah serta keutamaannya.
1. Puasa Bulan Syawal (6 hari)
Dilakukan selama 6 hari pada bulan Syawal setelah hari Raya Idul Fithri. Keutamaanya, seperti puasa selama satu tahun penuh (HR. Muslim).
Abu Hurairah berkata: Pahalanya satu tahun, karena setiap hari pahalanya
sama dengan puasa sepuluh hari. Tiga puluh hari ramadhan sama dengan
tiga ratus har ditambah enam hari bulan syawal sama dengan enam puluh
hari, sehingga jumlah seluruhnya adalah tiga ratus enam puluh hari yakni
satu tahun (1 hari puasa Ramadhan=10 hari puasa biasa ; 30 hari). Hal ini, karena Allah berfirman: ( Barangsiapa membawa amal
yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya) (QS.
Al-An`am: 160).
2. Puasa Bulan Dzulhijjah (10 hari)
Dilakukan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Sebuah Hadits yang diriwayatkan
oleh Ibnu Abbas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
Hari 1 bulan
Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam as.
Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah swt akan mengampuni
segala dosanya.
Hari
2 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi
Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada
hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa
berbuat maksiat sekejap pun.
Hari
3 bulan Dzulhijah adah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi
Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah SWT akan
mengabulkan segala do’anya.
Hari
4 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang
siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan
kemiskinan.
Hari
5 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang
siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur.
Hari
6 bulan Dzulhijah adalah hari dimana Alloh swt.membuka pintu kebajikan
untuk Nabinya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh
Alloh dengan penuh Rahmat dan tdk akan diadzab.
Hari
7 bulan Dzulhijah adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum
hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan
menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka
tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.
Hari
8 bulan Dzulhijah adalah hari Tarwiyah. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan
memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt.
Hari
9 bulan Dzulhijah adalah hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya
menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Hari
10 bulan Dzulhijah adalah hari raya Iedul Qurban. Barang siapa menyembelih Qurban, maka
pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak
anak dan istrinya.
3. Puasa Asyuura' di bulan Muharram
Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari
‘Asyuura'. Pada mas pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dari kejaran
Fir’aun dan bala tentaranya. Karena rasa syukur Nabu Musa AS akhirnya berpuasa pada hari ini. Dan ketika berita ini sampai kepada Nabi Muhammad SAW, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinnah. Yang mana saat itu mereka sedang berpuasa. Adalah Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu yang menceritakan kisah ini
kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari No 1900 :
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى
اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا
يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ
عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى
مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya : “Tatkala Nabi Saw datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi
melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam
bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari
baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka
Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Saw bersabda, “Saya
lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau
berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”.
HR Al Bukhari
Namun untuk menyelisihi dengan puasa umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa hari Asyura dengan diiringi 1 hari sebelum dan sesudahnya. Jadi puasa Sunnah ‘Asyuura' adalah pada tanggal 9,10 dan 11 bulan Muharram.
Keutamaan puasa sunnah ini adalah, untuk menghapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim)
4. Puasa Bulan Sya'ban
Disunnahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Sya'ban. Keutamaanya adalah Allah akan mengangkat semua amalan (HR. An-Nasa'i & Abu Daud, hasan).
5. Puasa Senin dan Kamis
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim no. 1162)
[Dalil kedua]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan
Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang
berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747.
At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi, shahih dilihat dari jalur lainnya. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1041)
[Dalil ketiga]
Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ibnu Majah no. 1739.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 4897)
Jadi faedah dari puasa Senin dan Kamis adalah karena pada hari itulah amalam-amalam kita dihadapkan kepada Allah SWT.
6. Puasa 3 hari setiap bulan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى
أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى
، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)
mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga
aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat
Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)
[Dalil Kedua]
Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah :
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ
ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ
كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ
أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari
setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada
hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau
tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).” (HR.
Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini shahih)
[Dalil Ketiga]
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2345. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shohihah no. 580)
[Dalil Keempat]
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya :
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Kesimpulannya :
- Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja.
- Hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid.
- Hari ini disebut dengan ayyamul biid (biid = putih, ayyamul = hari)
karena pada malam ke-13, 14, dan 15 malam itu bersinar putih dikarenakan
bulan purnama yang muncul pada saat itu.
7. Puasa Nabi Daud
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ أَحَبَّ
الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى
اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ
اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا
وَيُفْطِرُ يَوْمًا
“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan
shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa
tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan
beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa
berpuasa sehari dan buka sehari.”
Semoga bermanfaat ^^